Ads Dextop And Mobile

Banner
  • Breaking News

    Jumat, 12 Juni 2015

    Nyadran Suro di Giyanti Kadipaten

    Wonosobo dari tahun ke tahun selalu menawarkan hal-hal baru dan menarik.seperti Gelar ritual budaya di Dusun Giyanti, Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Tak berbeda, untuk tahun ini pun, ritual budaya yang tersohor dengan nama Nyadran Suro Giyanti dikemas begitu atraktif, dan bahkan lebih semarak.


    Sepanjang sepekan terakhir, atau dimulai pada Minggu lalu, Sejumah warga mengusung Tenong berisi Jajan Pasar saat ritual Nyadran Tenongan Giyanti di Dusun Giyanti, Kadipaten, Selomerto, Wonosobo, Jateng. Ribuan warga mengikuti ritual Nyadran Tenongan yang dilakukan setiap bulan Suro penanggalan Jawa untuk memperingati hari jadi Dusun Giyanti sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang di wujudkan dengan membawa Tenong berisi makanan untuk diperebutkan pengunjung.

    Untuk perhelatan Nyadran Suro tahun ini, panitia juga menggelar beragam perlombaan kesenian, beriringan jadwal dengan pentas seni dan budaya. "Mereka mengadakan festival tari antar pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten, serta festival Kuda Kepang untuk kelompok kesenian yang ada di Wonosobo.
     Melalui festival tari yang diikuti para pelajar tersebut,
    juga turut serta melestarikan budaya dan seni khas. Agenda lain yang sudah mentradisi dalam nyadran Giyanti, seperti Karnaval budaya, Bersih Desa, Dekorasi Desa, Doa lintas agama, pentas lenggeran (Tayub), sampai tenongan dan pentas rewa-rewo Merapi juga masih digelar.


    Apresiasi positif atas digelarnya Nyadran Suro Giyanti juga datang dari Wakil Bupati, Agus Subagiyo. Nyadran Giyanti, yang disebut Agus sudah berusia 171 Tahun memang sudah sewajarnya dilestarikan, karena selain sebagai warisan luhur nenek moyang, nyadran suro juga menjadi daya tarik wisata yang potensial meningkatkan derajat kesejahteraan warga. "Semoga tahun-tahun mendatang semakin semarak, dan apabila memungkinkan pentas seni dan budaya tak hanya digelar sebatas untuk Nyadran, melainkan bisa digelar secara periodik, seperti sebulan sekali atau malah lebih sering lagi," pungkas Wabup.

    Fashion

    Beauty

    Culture